Berita
Deteksi Dini Penyakit, UMS Rappang Fasilitasi Pemeriksaan Kesehatan Gratis bagi Mahasiswa
SIDRAP – Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) kembali menggandeng Puskesmas Rappang untuk menggelar pemeriksaan kesehatan gratis. Setelah sebelumnya menyasar pimpinan universitas, dosen, dan tenaga kependidikan, kali ini program tersebut ditujukan kepada mahasiswa.
Pemeriksaan kesehatan gratis ini mulai dilaksanakan pada Rabu (28/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung selama tiga hari hingga Jumat (30/10/2026) di lingkungan kampus UMS Rappang.
Pelaksanaan pemeriksaan dibagi dalam tiga gelombang berdasarkan angkatan mahasiswa. Hari pertama diikuti mahasiswa angkatan 2025/2026, hari kedua menyasar mahasiswa angkatan 2024, sedangkan hari ketiga dijadwalkan diikuti mahasiswa angkatan 2023.
Adapun pemeriksaan yang dilakukan meliputi riwayat penyakit, riwayat merokok, tekanan darah, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, hingga pemeriksaan gula darah sewaktu.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya deteksi dini penyakit tidak menular yang berkaitan dengan program Dinas Kesehatan. Melalui pemeriksaan tersebut, mahasiswa diharapkan dapat mengetahui kondisi kesehatannya sejak dini sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan di tengah aktivitas perkuliahan.
Pantauan di lokasi, para mahasiswa tampak antusias mengikuti pemeriksaan. Mereka rela mengantre untuk mendapatkan giliran menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan yang dilakukan petugas kesehatan.
Dua mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Nurfatimah Maharani dan Putri Sari, mengaku menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Menurut mereka, pemeriksaan kesehatan gratis sangat membantu mahasiswa untuk memantau kondisi tubuh dan mengetahui potensi gangguan kesehatan lebih awal.
“Bagus karena bisa mengontrol kesehatan para mahasiswa dan mengetahui penyakit-penyakitnya, sehingga bisa dilakukan pengendalian ke depannya,” ujar Nurfatimah Maharani.
Senada dengan temannya, Putri Sari menilai program tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memeriksakan kesehatan tanpa harus mengeluarkan biaya.
“Pendapat saya juga sama dengan teman saya, Rani. Ini bagus, apalagi gratis, jadi kita bisa memeriksa kesehatan,” kata Putri.
Ia berharap program pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dapat terus berlanjut sehingga manfaatnya bisa dirasakan oleh lebih banyak mahasiswa, termasuk mahasiswa angkatan berikutnya.
“Semoga ini bisa berkelanjutan ke depannya dan bisa juga dirasakan oleh adik-adik tingkat saya nanti,” harapnya.
Antusiasme serupa juga ditunjukkan Sakriani dan Taura Syafifah, mahasiswa Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris. Keduanya mengaku senang setelah menjalani pemeriksaan kesehatan. Mereka juga menilai proses pemeriksaan berjalan biasa saja dan tidak menimbulkan rasa sakit yang berarti.
“Alhamdulillah, sudah. Waktu diperiksa biasa saja, tidak ada rasa sakit pada saat ditusuk jarum di jari tangan,” ujar Taura Syafifah.
Menurutnya, menjaga kesehatan merupakan hal penting bagi mahasiswa, terutama dalam menjalani berbagai aktivitas akademik dan perkuliahan.
Ia berharap kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis tersebut dapat membantu mahasiswa lebih peduli terhadap kondisi tubuh masing-masing.
“Harapannya semoga selalu sehat, karena sehat itu penting, apalagi pada masa-masa kuliah ini. Kesehatan adalah modal paling berharga untuk menjalani aktivitas, termasuk saat menempuh pendidikan,” tuturnya.
Melalui kegiatan ini, UMS Rappang bersama Puskesmas Rappang diharapkan dapat terus mendorong kesadaran hidup sehat di kalangan sivitas akademika. Pemeriksaan kesehatan secara berkala juga menjadi salah satu langkah penting untuk mengenali faktor risiko penyakit sejak dini, sehingga upaya pencegahan dan pengendalian dapat dilakukan lebih awal.
Pickleball Jadi Olahraga Favorit Baru Dosen dan Tendik UMS Rappang
SIDRAP — Olahraga pickleball mulai digemari civitas akademika Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Sulawesi Selatan. Sebanyak 21 dosen dan tenaga kependidikan (tendik) kini bergabung dalam kelompok olahraga tersebut dan rutin bermain setiap sore di lingkungan kampus.
Pickleball merupakan olahraga raket yang memadukan unsur permainan tenis, bulu tangkis, dan tenis meja. Olahraga ini dinilai menarik karena relatif mudah dimainkan serta dapat menjadi pilihan aktivitas fisik untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukan akademik.
Ketua Pickleball UMS Rappang, Dr. Sofyan B., S.I.P., M.A.P., mengatakan, gagasan membawa olahraga tersebut ke lingkungan kampus berawal saat dirinya mencoba bermain di Sport Center Rappang.
“Saat saya bermain di Sport Center Rappang, saya berpikir olahraga ini bagus kalau dibawa ke kampus. Akhirnya, saya datang melihat lokasi, membawa raket, lalu mencoba bermain di sini. Ternyata, peminatnya cukup banyak,” kata Dr. Sofyan saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan olahraga, Senin (26/10/2026).
Menurutnya, antusiasme rekan-rekan dosen dan tenaga kependidikan kemudian mendorong pembentukan kelompok Pickleball UMS Rappang. Kegiatan tersebut kini telah berjalan sekitar satu bulan dan mendapat respons positif dari kalangan kampus.
Sofyan menilai pickleball cocok menjadi pilihan olahraga bagi dosen dan tenaga kependidikan karena dapat dilakukan bersama-sama tanpa harus menguras terlalu banyak tenaga.
“Menurut saya, olahraga ini sangat baik karena tidak memerlukan tenaga yang terlalu besar. Jadi, bisa menjadi pilihan olahraga bersama untuk menjaga kebugaran kita di kampus,” jelasnya.
Dia berharap keberadaan kelompok pickleball dapat menjadi wadah bagi civitas akademika UMS Rappang untuk membangun kebiasaan hidup sehat di tengah aktivitas pekerjaan sehari-hari.
Selain menjaga kebugaran, kegiatan olahraga yang digelar setiap sore dan pada hari libur tersebut juga menjadi sarana memupuk sportivitas, mempererat silaturahmi dan kebersamaan antarpegawai di lingkungan kampus.
Melalui kegiatan ini, dosen dan tenaga kependidikan tidak hanya memiliki kesempatan untuk berolahraga, tetapi juga dapat membangun interaksi yang lebih akrab di luar rutinitas pekerjaan.
Adapun kepengurusan Pickleball UMS Rappang terdiri atas Dr. Sofyan B., S.I.P., M.A.P. sebagai ketua, Syahrir L., S.Pd., M.Pd. sebagai sekretaris, dan H. Irwan, S.I.P., M.A.P. sebagai bendahara.
Dengan terbentuknya kelompok tersebut, pickleball diharapkan semakin berkembang di lingkungan UMS Rappang dan menjadi salah satu pilihan aktivitas olahraga yang mendukung kebugaran serta kebersamaan civitas akademika.
Pensiunan dan Istri Pegawai BI Antusias Belajar Seni Vegetable Garnish Bersama Kaprodi Seni Kuliner
MAKASSAR – Anggota Persatuan Pensiun Pegawai Bank Indonesia (PPBI) dan Persatuan Istri Pegawai Bank Indonesia (PIPEBI) antusias mengikuti pelatihan seni vegetable garnish yang dipandu Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), Chef Damayanti Trisnasari, S.Pd., M.Pd.
Kegiatan tersebut berlangsung di Baruga Toraja, Kantor Perwakilan Bank Indonesia wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Selasa (27/10/2026).
Dalam pelatihan tersebut, peserta diajak mengenal teknik menghias hidangan menggunakan sayuran. Mereka tidak hanya menyimak demonstrasi, tetapi juga mempraktikkan langsung cara membentuk dan mengolah sayuran menjadi dekorasi makanan yang menarik, kreatif, dan memiliki nilai estetika.
Antusiasme peserta terlihat saat mengikuti setiap tahapan pelatihan. Suasana kegiatan berlangsung interaktif ketika peserta mencoba berbagai teknik, mengembangkan ide, dan menghasilkan kreasi garnish sesuai kreativitas masing-masing.
Ketua Program Studi Pendidikan Vokasional Seni Kuliner UMS Rappang, Chef Damayanti Trisnasari, mengatakan seni vegetable garnish tidak sekadar mempercantik tampilan makanan, tetapi juga membutuhkan kreativitas, ketelitian, dan keterampilan dalam mengolah bahan pangan.
“Melalui pelatihan ini, peserta dapat belajar bahwa sayuran yang sehari-hari kita jumpai bisa diolah menjadi hiasan hidangan yang menarik dan memiliki nilai estetika. Kuncinya adalah kreativitas, ketelitian, dan kemauan untuk terus mencoba,” ujar Chef Damayanti saat dikonfirmasi, Rabu (28/10/2026).
Menurutnya, kegiatan praktik seperti ini dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan kuliner sekaligus memberikan pengalaman baru bagi peserta. Seni menghias makanan juga dapat menambah daya tarik penyajian hidangan, baik untuk kebutuhan keluarga maupun kegiatan lainnya.
Selain pelatihan vegetable garnish, kegiatan tersebut juga diisi dengan tausiah oleh Ustazah Ibrawati Ibrahim dan edukasi kesehatan mata dari Xlau Eyewear.
Ketiga agenda itu menghadirkan perpaduan kegiatan yang mencakup pengembangan kreativitas, penguatan spiritual, serta peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan.
Pelatihan ini sekaligus menjadi ruang silaturahmi bagi anggota PPBI dan PIPEBI. Kegiatan tersebut menunjukkan bahwa semangat untuk belajar, mengembangkan keterampilan, dan berkarya dapat terus tumbuh tanpa dibatasi usia.
Prodi Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang Matangkan Persiapan Reakreditasi
SIDRAP – Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mematangkan persiapan menghadapi reakreditasi melalui rapat koordinasi yang digelar di Ruang Rapat FKIP, Selasa (27/10/2026).
Rapat tersebut membahas kesiapan dokumen dan data pendukung sebagai bagian dari upaya memastikan proses reakreditasi berjalan optimal. Koordinasi ini juga menjadi langkah strategis program studi dalam memperkuat budaya mutu dan meningkatkan kualitas penyelenggaraan pendidikan secara berkelanjutan.
Ketua Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris UMS Rappang, Dr. Sam Hermansyah, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya kerja sama seluruh tim dalam mempersiapkan kebutuhan reakreditasi.
“Persiapan reakreditasi membutuhkan kerja sama dan komitmen seluruh tim. Kami berharap setiap dokumen, data, dan bukti pendukung dapat dipersiapkan secara lengkap, sistematis, dan sesuai dengan kondisi nyata program studi,” harapnya.
Dalam rapat tersebut, pengelola program studi bersama tim reakreditasi melakukan koordinasi untuk meninjau kelengkapan dokumen, ketepatan data, serta bukti pendukung yang menggambarkan kinerja program studi.
Aspek yang menjadi perhatian meliputi pelaksanaan pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta layanan akademik. Seluruh komponen tersebut perlu didokumentasikan secara terstruktur agar dapat menunjukkan capaian dan perkembangan program studi secara menyeluruh.
Selain memastikan kesiapan administrasi, rapat koordinasi ini juga diarahkan untuk memperkuat sinergi antara dosen, tenaga kependidikan, dan tim reakreditasi. Dengan pembagian tugas dan tindak lanjut yang jelas, proses penyusunan dokumen diharapkan berjalan lebih efektif.
Dr.Sam Hermansyah berharap persiapan reakreditasi tidak hanya berorientasi pada pemenuhan dokumen penilaian, tetapi juga menjadi momentum untuk mengevaluasi dan meningkatkan kualitas program studi.
“Reakreditasi bukan sekadar memenuhi persyaratan administratif, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kami untuk mengevaluasi kinerja, memperkuat budaya mutu, dan meningkatkan kualitas layanan akademik kepada mahasiswa,” harapnya.
Melalui rapat koordinasi ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UMS Rappang berkomitmen memperkuat kesiapan reakreditasi sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan. Upaya tersebut diharapkan mendukung pengembangan program studi dalam menghasilkan lulusan yang kompeten dan mampu menjawab kebutuhan dunia pendidikan.
Diikuti 154 Peserta Se-Indonesia, FAST UMS Rappang Gelar National Poster Competition 2026
SIDRAP – Fakultas Sains dan Teknologi (FAST) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mencatat antusiasme tinggi dalam penyelenggaraan FAST National Poster Competition 2026. Sebanyak 154 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftar dalam kompetisi bertajuk “Inovasi Sains dan Teknologi untuk Kehidupan yang Lebih Berkelanjutan” tersebut.
Ketua Panitia FAST National Poster Competition 2026, Rukmelia, S.TP., M.Si., saat dikonfirmasi, Selasa (27/10/2026), mengatakan jumlah pendaftar menunjukkan tingginya minat mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kompetisi yang mengangkat isu inovasi sains dan teknologi berkelanjutan.
“Antusiasme peserta sangat baik. Hingga pendaftaran resmi ditutup, tercatat sebanyak 154 peserta dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia telah mendaftar,” ujar Rukmelia.
Peserta berasal dari sejumlah perguruan tinggi, di antaranya Politeknik Negeri Tanah Laut, Universitas Sulawesi Barat, Universitas Negeri Gorontalo, Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong, Institut Teknologi Bacharuddin Jusuf Habibie, Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, Universitas Hasanuddin, Universitas Muhammadiyah Makassar, Politeknik Pembangunan Pertanian Gowa, Universitas Muhammadiyah Bone, Universitas Negeri Makassar, Universitas Al-Muslim, dan Universitas Padjadjaran.
Kompetisi ini mengangkat tema inovasi sains dan teknologi sebagai upaya mendorong lahirnya gagasan kreatif yang dapat memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat.
Melalui kompetisi poster ini, mahasiswa diharapkan tidak hanya mampu menyampaikan gagasan secara kreatif dan komunikatif, tetapi juga mengembangkan kepedulian terhadap berbagai persoalan lingkungan serta pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.
Setelah pendaftaran ditutup, panitia melanjutkan tahapan seleksi administrasi pada 26–28 Oktober 2026. Selanjutnya, penilaian poster oleh dewan juri dijadwalkan berlangsung pada 29 Oktober hingga 5 November 2026.
Pengumuman finalis akan dilakukan pada 6 November 2026. Para finalis kemudian mengikuti presentasi final secara daring pada 10 November 2026.
“ Kami atas nama panitia menyampaikan terima kasih kepada seluruh peserta dari berbagai perguruan tinggi yang telah berpartisipasi dalam kompetisi ini,”ujarnya.
Partisipasi lintas perguruan tinggi ini diharapkan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk bertukar gagasan, memperluas wawasan, serta menunjukkan peran generasi muda dalam menghadirkan inovasi sains dan teknologi yang mendukung kehidupan berkelanjutan.
57 Mahasiswa PPG UMS Rappang Ikuti UAS Proyek Kepemimpinan, Evaluasi Luaran dan Dampak Program
SIDRAP – Sebanyak 57 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Calon Guru Gelombang 1 Tahun 2026 Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) mengikuti Ujian Akhir Semester (UAS) untuk mata kuliah Proyek Kepemimpinan. Dalam ujian tersebut, mahasiswa mempresentasikan hasil proyek yang telah dilaksanakan sekaligus mengevaluasi luaran dan dampaknya.
Kegiatan berlangsung di Lantai 3 Gedung Rektorat UMS Rappang, Senin (26/10/2026). Sebanyak enam kelompok mahasiswa mempresentasikan hasil proyek masing-masing di hadapan peserta dan dosen pembimbing.
Admin Program Studi PPG UMS Rappang, Moch. Fachrul Mustika, S.Pd., menjelaskan ujian tersebut tidak hanya bertujuan menilai hasil proyek mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang berbagi pengalaman dan bertukar gagasan antarkelompok.
"Tujuannya untuk memperlihatkan kepada kelompok lain bagaimana pelaksanaan proyeknya, apa luarannya, bagaimana output dan dampaknya, serta bagaimana tindak lanjutnya ke depan," jelas Fachrul saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.
Ia mengatakan, setiap kelompok mendapat kesempatan untuk memaparkan proses pelaksanaan proyek, hasil yang dicapai, serta dampak kegiatan yang telah dilakukan. Dengan demikian, kelompok lain dapat mempelajari pengalaman tersebut sebagai bahan evaluasi dan pengembangan proyek ke depan.
Proses presentasi juga berlangsung interaktif. Mahasiswa tidak hanya menyampaikan hasil pekerjaan kelompok, tetapi juga menerima pertanyaan, tanggapan, dan masukan dari kelompok lain maupun dosen pembimbing.
"Jadi, mereka saling bertanya satu sama lain. Masing-masing kelompok memiliki pembimbing, dan pembimbing dari kelompok lain juga diberikan kesempatan untuk memberikan pertanyaan atau masukan," tambahnya.
Melalui ujian akhir semester ini, mahasiswa diharapkan mampu mempertanggungjawabkan proyek kepemimpinan yang telah dilaksanakan, sekaligus mengembangkan kemampuan komunikasi, kolaborasi, berpikir kritis, dan evaluasi terhadap program yang dijalankan.
Sebanyak 57 mahasiswa PPG UMS Rappang yang mengikuti kegiatan tersebut berasal dari berbagai daerah, baik di Sulawesi Selatan maupun luar provinsi. Di antaranya dari Palu, Sulawesi Tengah, Gorontalo, hingga Manado, Sulawesi Utara.
Keberagaman asal mahasiswa tersebut menjadi bagian dari dinamika pembelajaran di lingkungan PPG UMS Rappang, sekaligus membuka ruang pertukaran pengalaman dan perspektif dalam mengembangkan kompetensi calon guru.
Berawal dari Benang Rajut, Mahasiswa Kewirausahaan UMS Rappang Kembangkan Produk Kreatif Berdaya Sai
SIDRAP — Berawal dari benang rajut, tiga mahasiswa Program Studi Kewirausahaan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), mengembangkan berbagai produk kreatif yang memiliki nilai guna sekaligus potensi ekonomi.
Ketiga mahasiswa tersebut yakni St. Nuraizah, Mahira, dan Aidil. Mereka memanfaatkan keterampilan mengolah benang rajut untuk menghasilkan beragam produk, mulai dari tas rajut, cap holder rajut, hingga berbagai aksesori lainnya.
Produk-produk tersebut dibuat dengan memadukan kreativitas, fungsi, dan nilai estetika. Selain dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari, kerajinan rajut ini juga berpotensi dikembangkan menjadi produk usaha yang memiliki daya saing di pasar.
Pengembangan produk tersebut menjadi salah satu gambaran bagaimana kreativitas mahasiswa dapat dimanfaatkan untuk menciptakan peluang bisnis. Bahan sederhana seperti benang rajut dapat diolah menjadi produk bernilai tambah melalui keterampilan, ketekunan, serta kemampuan melihat peluang pasar.
Ketua Program Studi Kewirausahaan UMS Rappang, Bahtiar Herman, S.E., M.M., melalui dosen Kewirausahaan, Erwin Irnandi As, S.E., M.M., menyampaikan bahwa pengembangan produk kreatif mahasiswa menjadi bagian penting dalam menumbuhkan semangat kewirausahaan di lingkungan kampus.
Erwin berharap, kreativitas mahasiswa dalam menghasilkan produk rajut tersebut dapat terus dikembangkan, tidak hanya sebagai karya keterampilan, tetapi juga menjadi rintisan usaha yang mampu memberikan nilai ekonomi.
“Kami berharap kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan produk rajut ini tidak berhenti sebatas menghasilkan karya, tetapi juga dapat menjadi peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi. Mahasiswa perlu berani berinovasi, melihat peluang pasar, dan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki untuk menciptakan produk yang bermanfaat serta memiliki nilai jual,” ujar Erwin Irnandi As, saat dikonfirmasi Senin (21/10/2026).
Ia menambahkan, pengembangan produk kreatif seperti kerajinan rajut dapat menjadi sarana bagi mahasiswa untuk belajar membangun usaha sejak di bangku kuliah.
Ia juga berharap mahasiswa semakin berani mengeksplorasi ide-ide kreatif, memanfaatkan potensi yang ada, serta mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan minat konsumen.
Menurutnya, kemampuan menghasilkan produk yang menarik perlu diiringi dengan pemahaman mengenai strategi pemasaran, pengelolaan usaha, dan pengembangan kualitas produk agar peluang bisnis dapat dimanfaatkan secara optimal.
“Melalui kegiatan seperti ini, mahasiswa diharapkan mampu mengembangkan jiwa kewirausahaan, mulai dari proses menciptakan produk, menjaga kualitas, hingga memikirkan strategi pemasaran. Dengan begitu, kreativitas yang dimiliki dapat berkembang menjadi usaha yang berkelanjutan,” tuturnya.
Karya St. Nuraizah, Mahira, dan Aidil sekaligus menunjukkan bahwa peluang berwirausaha dapat dimulai dari hal sederhana. Dengan kreativitas dan kemauan untuk terus berinovasi, mahasiswa berpeluang menciptakan produk yang tidak hanya bermanfaat, tetapi juga memiliki nilai jual.
Pengembangan produk rajut ini diharapkan dapat mendorong tumbuhnya semangat ekonomi kreatif di kalangan mahasiswa UMS Rappang serta menjadi langkah awal dalam membangun usaha mandiri sejak di bangku kuliah.
WD II FIK UMS Rappang Program Magang Jadi Momentum Mahasiswa Adminkes Membangun Jejaring Kerja
SIDRAP — Mahasiswa Program Studi Administrasi Kesehatan (Adminkes) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang) diminta memanfaatkan program magang untuk menunjukkan kompetensi, etika profesi, dan kemampuan memberikan pelayanan kesehatan yang profesional. Pengalaman magang juga diharapkan menjadi peluang bagi mahasiswa untuk membangun jejaring dan membuka kesempatan kerja setelah menyelesaikan studi.
Hal tersebut disampaikan Wakil Dekan II FIK UMS Rappang, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP, dalam kegiatan pelepasan dan pembekalan mahasiswa magang Prodi Adminkes yang digelar di ruang perkuliahan Prodi Adminkes, Jumat (23/10/2026).
Rusdi mengatakan, program magang tidak sekadar kegiatan akademik untuk menerapkan teori yang diperoleh selama perkuliahan. Lebih dari itu, magang menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memperlihatkan kemampuan, kedisiplinan, serta etika dalam lingkungan kerja.
“Ini adalah momentum untuk membangun jejaring atau networking. Dari beberapa kegiatan magang sebelumnya, ada mahasiswa yang justru mendapatkan peluang untuk menjadi tenaga administrasi di tempat mereka magang,” ujar Rusdi.
Ia berharap pengalaman serupa dapat kembali dirasakan mahasiswa yang mengikuti program magang kali ini. Menurutnya, mahasiswa yang mengikuti kegiatan tersebut memiliki peluang untuk membangun hubungan profesional dengan instansi tempat mereka menjalani magang.
Namun, peluang itu harus diimbangi dengan kesungguhan mahasiswa dalam menunjukkan kualitas diri. Mahasiswa perlu memberikan kontribusi serta memperlihatkan kemampuan yang dapat menjadi nilai tambah bagi instansi tempat mereka bertugas.
“Kalau Anda hanya biasa-biasa saja, tidak ada hal menarik dan tidak ada kontribusi yang diberikan kepada tempat magang, tentu Anda tidak akan dilirik. Oleh karena itu, etika profesi dan keahlian harus ditunjukkan agar pihak instansi tertarik dengan kemampuan Anda,” jelasnya.
Rusdi menambahkan, sikap disiplin, kecermatan, profesionalisme, dan kepedulian sosial merupakan hal penting yang harus dimiliki mahasiswa selama menjalani magang. Sikap tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi pimpinan instansi dalam menilai kesiapan mahasiswa memasuki dunia kerja.
Menurutnya, mahasiswa Adminkes perlu memahami bahwa bidang administrasi kesehatan memiliki prospek kerja, antara lain di rumah sakit dan pusat kesehatan masyarakat (puskesmas). Karena itu, pengalaman magang harus dimanfaatkan untuk membangun kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.
“Program magang ini menjadi peluang untuk menunjukkan kemampuan, talenta, dan keahlian dalam memberikan pelayanan. Jika pimpinan melihat Anda bekerja dengan baik, cermat, disiplin, profesional, dan memiliki kepedulian sosial, insyaAllah peluang untuk direkrut menjadi tenaga administrasi akan terbuka,” tuturnya.
Selain memberikan manfaat bagi mahasiswa, Rusdi menegaskan bahwa kegiatan magang juga harus menghasilkan dampak positif bagi masyarakat. Pengetahuan dan teori yang telah dipelajari selama perkuliahan harus diimplementasikan secara langsung di rumah sakit maupun puskesmas.
Ia berharap mahasiswa Adminkes UMS Rappang mampu membuktikan bahwa mereka memiliki kompetensi dan dapat diandalkan dalam mendukung pelayanan kesehatan.
“Teori yang Anda pelajari selama kuliah, sekarang saatnya diimplementasikan di rumah sakit, puskesmas dan apotek. Berikan dampak yang baik kepada masyarakat, sehingga masyarakat melihat bahwa mahasiswa Administrasi Kesehatan UMS Rappang adalah mahasiswa yang bisa diandalkan,” tegasnya.
Menutup sambutannya, Rusdi berpesan agar mahasiswa tetap menjaga semangat dan motivasi selama menjalani magang. Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga sikap positif agar tidak mengganggu kualitas pelayanan di tempat magang.
“Harapan saya, anak-anak semua tetap semangat dan selalu tersenyum. Jangan membawa masalah dari rumah ke tempat kerja hingga mengganggu pelayanan. Tetap semangat dan berikan pelayanan yang terbaik,” pungkasnya.
Kegiatan pelepasan dan pembekalan tersebut turut dihadiri Wakil Rektor II UMS Rappang, Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si., yang sekaligus membuka kegiatan, serta Ketua Prodi Adminkes, Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan lebih siap menjalani praktik lapangan, mengembangkan keterampilan profesional, serta menerapkan ilmu administrasi kesehatan secara langsung di lingkungan pelayanan kesehatan.
Prodi Administrasi Kesehatan UMS Rappang Gelar Pelepasan dan Pembekalan Mahasiswa Magang
SIDRAP — Program Studi (Prodi) Administrasi Kesehatan (Adminkes), Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), menggelar pelepasan dan pembekalan mahasiswa magang, Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di ruang perkuliahan Prodi Adminkes tersebut dibuka oleh Wakil Rektor II UMS Rappang, Dr. Hj. Andi Astinah Adnan, S.S., S.Pd., M.Si. Turut hadir Wakil Dekan II FIK, Muhammad Rusdi, S.Ag., M.Adm.KP., serta Ketua Prodi Adminkes, Zulkarnain Sulaiman, S.KM., M.Kes.
Dalam sambutannya, Andi Astinah berpesan kepada mahasiswa agar menjaga nama baik almamater selama menjalani magang, terutama ketika berinteraksi dengan tenaga kesehatan dan masyarakat di lokasi penempatan.
“Ketika Anda sudah berada di luar kampus, baik di puskesmas maupun di apotek, tolong jaga nama baik almamater,” pesannya.
Dia menegaskan, sikap dan perilaku mahasiswa selama menjalani magang turut memengaruhi penilaian instansi terhadap UMS Rappang. Karena itu, mahasiswa diminta menunjukkan etika, kedisiplinan, dan kemampuan memberikan pelayanan yang baik.
Menurutnya, mahasiswa yang mampu meninggalkan kesan positif berpeluang mendapatkan kepercayaan lebih besar dari tempat magang, termasuk kesempatan untuk kembali atau direkomendasikan bekerja setelah menyelesaikan pendidikan.
“Kalau selesai magang lalu ada yang ditawarkan kembali, berarti Anda disukai di tempat tersebut. Tetapi kalau sampai mereka bertanya kapan mahasiswa UMS selesai dan tidak ingin lagi menerima mahasiswa kita, itu yang harus menjadi perhatian. Jadi, jaga nama baik almamater,” ujarnya.
Andi Astinah juga mengingatkan mahasiswa agar memahami karakteristik masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Menurutnya, pasien merupakan kelompok yang membutuhkan perhatian khusus karena sedang menghadapi persoalan kesehatan.
Dia mencontohkan perbedaan pelayanan di sektor perbankan dan pelayanan kesehatan. Dalam pelayanan kesehatan, petugas harus lebih peka terhadap kondisi pasien dan keluarganya.
“Orang sakit itu cepat tersinggung karena sedang sakit. Kasihan mereka. Karena itu, saya berharap pelayanan terbaik tetap diberikan, meskipun Anda bukan tenaga medis,” katanya.
Dia menekankan, kualitas pelayanan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga keramahan, kesabaran, komunikasi, dan kepedulian terhadap orang yang dilayani.
Menjelang keberangkatan mahasiswa, Andi Astinah berharap seluruh peserta dapat menyelesaikan program magang dengan baik dan kembali dalam keadaan sehat.
Dia juga berharap pengalaman magang dapat menjadi bekal bagi mahasiswa untuk memahami dunia kerja, meningkatkan keterampilan komunikasi, serta menerapkan ilmu yang diperoleh selama perkuliahan.
Sementara itu, salah seorang mahasiswa Prodi Adminkes, Fitriani Ridwan, mahasiswa angkatan 2023, mengatakan dirinya berharap pelaksanaan magang berjalan lancar dan mahasiswa dapat diterima dengan baik oleh pihak instansi tempat penempatan.
“Semoga kami lancar di tempat magang, meninggalkan kesan yang baik, dan diterima dengan baik oleh para pegawai. Semoga pengalaman ini juga bisa menjadi bahan evaluasi dan bekal bagi kami untuk bekerja ke depannya,” ujarnya.
Fitriani dijadwalkan menjalani magang di Puskesmas Rappang. Dia juga tengah mempersiapkan penelitian skripsi dengan judul Pengaruh Kualitas Pelayanan Kesehatan terhadap Kepuasan Pasien TB di UPT Puskesmas Rappang.
Dia berharap kegiatan magang dapat memberinya pengalaman langsung mengenai pelayanan kesehatan sekaligus membantu memahami persoalan yang nantinya berkaitan dengan penelitian akademiknya.
Melalui kegiatan pelepasan dan pembekalan ini, Prodi Adminkes FIK UMS Rappang diharapkan dapat mempersiapkan mahasiswa menghadapi lingkungan kerja secara profesional, sekaligus membangun kepercayaan instansi terhadap kualitas lulusan UMS Rappang.
Prodi Magister Administrasi Publik UMS Rappang Jalani Asesmen Lapangan LAMSPAK Menuju Akreditasi Ung
SIDRAP — Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), menjalani asesmen lapangan oleh tim asesor Lembaga Akreditasi Mandiri Sosial Politik Administrasi dan Komunikasi (LAMSPAK), Jumat (23/10/2026).
Kegiatan yang berlangsung di lantai 5 Gedung Rektorat UMS Rappang tersebut merupakan bagian dari proses akreditasi untuk mengevaluasi kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus mendorong Program Studi Magister Administrasi Publik meraih predikat Unggul.
Tim asesor terdiri dari Prof. Dr. Drs. Falih Suaedi, M.Si., akademisi Universitas Airlangga, dan Dr. Hayat, S.AP., M.Si., akademisi Universitas Islam Malang.
Asesmen ini dihadiri Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos., M.Si., bersama jajaran pimpinan universitas, Badan Pembina Harian (BPH), pimpinan FISIP, dekan dan wakil dekan, serta pengelola Program Studi Magister Administrasi Publik.
Dalam proses asesmen, tim asesor melakukan pemeriksaan dan verifikasi dokumen, serta mengklarifikasi berbagai aspek penyelenggaraan program studi berdasarkan kriteria akreditasi. Proses tersebut juga mencakup pencocokan antara dokumen evaluasi diri yang telah disampaikan dengan kondisi faktual di lapangan.
Dalam arahannya, tim asesor menekankan bahwa asesmen lapangan menjadi kesempatan untuk mengklarifikasi berbagai aspek sekaligus mendorong peningkatan mutu pendidikan tinggi secara bersama-sama.
Asesmen, menurut tim asesor, bukan sekadar proses penilaian administratif. Kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menggali potensi perguruan tinggi di berbagai daerah, termasuk institusi yang berada di luar pusat-pusat pendidikan besar.
Perguruan tinggi di daerah dinilai memiliki potensi dan keunggulan yang dapat dikembangkan untuk memberikan kontribusi lebih luas bagi masyarakat. Pendidikan juga menjadi salah satu instrumen penting dalam upaya meningkatkan kesejahteraan dan mengatasi kemiskinan.
Wakil Rektor I UMS Rappang, Dr. Ir. H. M. Rais Rahmat Razak, M.Si., mengatakan asesmen lapangan tersebut merupakan bagian dari upaya universitas meningkatkan kualitas program studi dan memperluas capaian akreditasi Unggul.
"Kegiatan hari ini adalah asesmen lapangan untuk Program Studi Magister Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Ini bagian dari proses akreditasi dalam rangka upaya UMS Rappang mencapai predikat Unggul untuk Prodi S2 Administrasi Publik," kata Dr. Rais saat dikonfirmasi di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, tim asesor melakukan pemeriksaan dan konfirmasi terhadap dokumen yang sebelumnya telah dikirimkan oleh program studi. Verifikasi tersebut bertujuan memastikan kesesuaian antara laporan evaluasi diri dengan pelaksanaan penyelenggaraan pendidikan di lapangan.
"Alhamdulillah, sejak pagi kami bersama-sama mengecek dan mengonfirmasi dokumen-dokumen yang sudah dikirim, kemudian dicocokkan dengan kondisi di lapangan," ujarnya.
Dr. Rais berharap proses asesmen tersebut dapat berjalan lancar dan menjadi langkah penting bagi Program Studi Magister Administrasi Publik untuk meraih akreditasi Unggul.
Menurutnya, peningkatan akreditasi merupakan bagian dari komitmen UMS Rappang dalam memperkuat mutu pendidikan dan mendorong semakin banyak program studi mencapai predikat terbaik.
Ia menyebutkan, UMS Rappang telah memiliki sejumlah program studi berpredikat Unggul, di antaranya S1 Administrasi Publik, S1 Pendidikan Bahasa Indonesia, dan S1 Pendidikan Bahasa Inggris.
"Kami berharap S2 Administrasi Publik ini juga bisa mendapatkan akreditasi Unggul. Setelah ini, kami juga masih menunggu asesmen lapangan Program Studi Ilmu Pemerintahan yang direncanakan berlangsung dalam dua hingga tiga minggu ke depan," jelasnya.
Lebih lanjut, Dr. Rais mengungkapkan bahwa asesmen lapangan tidak hanya berfokus pada kelengkapan dokumen, tetapi juga menggali kekhasan dan keunggulan program studi yang dikembangkan UMS Rappang.
Salah satu fokus yang menjadi perhatian ialah konsep smart village atau desa cerdas serta tata kelola pemerintahan desa yang menjadi ciri pengembangan keilmuan di lingkungan UMS Rappang.
Menurutnya, tim asesor mendalami bagaimana keunggulan tersebut diterapkan dalam kurikulum, mata kuliah, serta kompetensi lulusan yang dihasilkan program studi.
"UMS Rappang mengangkat smart village dan tata kelola pemerintahan desa sebagai salah satu ikon. Ini yang juga digali oleh asesor, bagaimana keunggulan tersebut tergambar dalam mata kuliah, kurikulum, dan profil lulusan," ungkapnya.
Rangkaian asesmen juga mencakup pelibatan alumni dan pengguna lulusan untuk memperoleh gambaran mengenai relevansi kompetensi lulusan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.
Sementara itu, Rektor UMS Rappang, Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, dalam sambutannya memaparkan sejarah singkat pendirian UMS Rappang serta perkembangan fakultas yang ada di lingkungan universitas.
Rektor juga menyambut kedatangan tim asesor dan menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan asesmen lapangan tersebut. Ia meminta jajaran fakultas dan pengelola program studi bekerja sama menyiapkan seluruh dokumen serta data yang dibutuhkan asesor.
Prof. Jamaluddin menegaskan bahwa hasil asesmen bukanlah akhir dari proses peningkatan mutu, melainkan menjadi bahan evaluasi dan pijakan untuk melakukan perbaikan secara berkelanjutan.
Melalui asesmen ini, UMS Rappang berharap Program Studi Magister Administrasi Publik semakin memperkuat kualitas tata kelola, proses pembelajaran, relevansi kurikulum, serta kontribusinya dalam pengembangan administrasi publik, khususnya tata kelola pemerintahan.
